Memahami Berbagai Strategi Penanganan Konflik Msyarakat

Memahami Berbagai Strategi Penanganan Konflik Msyarakat

Bagaimana Menghadapi Konflik di Masyarakat, Gunakan Strategi Ini

Laci Gagasan, Strategi Konflik ---
Ada setidaknya 6 macam strategi konflik yang perlu dipahami, dalam menghadapi peroalan di masyarakat.
  1. Avoiding
    Individu atau organisasi pada umumnya cenderung menghindari konflik. Berbagai hal sensitif dan berpotensi menyebabkan konflik sebisa mungkin dihindari. Ini merupakan cara yang paling efektif menjaga lingkungan terhindar dari konflik terbuka. Avoiding pada strategi ini biasa dibilang strategi ini merupakan strategi yang paling efektif yaitu kita menghindar dari konflik maka ketika ada konflik yang terjadi lebih baik kita menghindari konflik tersebut sehingga tidak terlibat dari konflik.

  2. Acomodating
    Ini merupakan kegiatan mengumpulkan berbagai pendapat dari banyak pihak yang terlibat dalam konflik. Dengan mengumpulkan pendapat, maka organisasi dapat mencari jalan keluar dengan tetap mengutamakan kepentingan salah satu pihak yang berkonflik.

    Sayangnya, cara seperti ini masih bisa menimbulkan konflik baru dan perlu dilakukan evaluasi secara berkala. Accommodating pada startegi ini baiknya adalah kita bias mengumpulkan pendapat dari orang orang yang terlibat dalam konflik tersebut sehingga kita bias menemukan jalan keluarnya lebih baik. Namun sayangnya strategi ini tidak terlalu baik karena akan menimbulkan konflik baru lagi. Karena mementingkan salah satu pihak yang terlibat dari konflik tersebut.

  3. Compromising
    Berbeda dengan acomodating, cara compromising cenderung memperhatikan pendapat dan kepentingan semua pihak. Kompromi merupakan cara penyelesaian konflik yang melakukan negosiasi pada pihak-pihak yang berkonflik dan mencari jalan tengah bagi kebaikan bersama.
    Dengan kata lain, dengan kompromi maka semua pihak yang berkonflik akan mendapatkan solusi yang memuaskan. Cara seperti ini dapat menyelesaikan konflik tanpa menimbulkan konflik yang baru. Compromising pada strategi ini sama seperti strategi sebelumnya namun pada strategi ini kita mengumpulkan startegi dari kedua belah pihak yang terlibat kita bisa meminta pendapat dari kedua belah pihak yang bermasalah sehingga kita mengambil langkah antara ke2 belah pihak dan tidak menimbulkan konflik baru lagi.

  4. Competing
    Ini adalah cara menyelesaikan konflik dengan mengarahkan pihak yang berkonflik untuk saling bersaing dan memenangkan kepentingan masing-masing. Pada akhirnya salah satu pihak akan kalah dan mengalah atas kepentingan pihak lain. Ini merupakan strategi cadangan dan dianggap kurang efektif bila salah satu pihak lebih kuat dari yang lain. Competing startegi ini dipake sebagai startegi ke-2 atau stategi cadangan karena pada strategi ini masing masing pihak akan bersaing untuk kepentingan masing masing dan nanti akan ada salah satu pihak yang mengalah atas kepentingan orang lain. Sebenarnya strategi ini kurang efektif apa bila salah satu pihak lemah.

  5. Colaborating
    Kolaborasi adalah cara menyelesaikan konflik dengan bekerjasama untuk memperoleh hasil yang memuaskan karena semua pihak bersinergi dalam menyelesaikan masalah dengan tetap memperhatikan kepentingan semua pihak. Dengan kata lain, kepentingan pihak-pihak yang berkonflik tercapai dan menghasilkan win-win solution. Collaboration pada strategi ini pihak yang bersangkutan bekerja sama dlam memecahkan maslah dan tetap mementingkan kepentingan Bersama sehingga menghasilkan solusi yang sama sama menguntungkan.

  6. Conglomeration (Mixtured Type)
    Ini merupakan penyelesaian konflik dengan mengkombinasikan kelima tipe manajemen konflik di atas. Tipe manajemen konflik yang satu ini membutuhkan waktu dan tenaga yang besar dalam proses penyelesaian konflik. Conglomertaion pada tahap ini semua strategi diatas dicampur menjadi satu sehinggan akan memakan waktu lama untuk menyelesaikan suatu masalah atau konflik.
Artikel ini ditulis oleh Ayura untuk memenuhi tugas mata kuliah

 Dimutakhirkan: 10 Oktober 2022

Laci Gagasan

Media informasi yang mengangkat isu-isu seputar mahasiswa dan artikel umum terkait ekonomi, bisnis, sosial, politik, sejarah dan budaya

Posting Komentar

komentar yang mengandung spam, tidak akan ditampilkan

Lebih baru Lebih lama